Informasi & Panduan Ujian
Menguasai KPK dan FPB
Pahami konsep dasar kelipatan dan faktor, serta pelajari trik cepat menaklukkan soal cerita yang sering menjebak saat ujian.
1. Konsep Dasar: Kelipatan & Faktor
Sebelum melangkah ke KPK dan FPB, kita wajib memahami dua istilah penting ini:
Kelipatan
Hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan asli (1, 2, 3, 4, ...). Ibaratnya seperti loncat katak dengan jarak yang sama.
Faktor
Bilangan-bilangan yang bisa membagi habis bilangan tersebut tanpa sisa. Ibaratnya mencari berapa banyak cara membagi sebuah kue.
2. Teknik mengerjakan: Pohon Faktor & Bilangan Prima
Untuk mencari KPK dan FPB dari angka yang besar, cara mendaftar satu per satu akan memakan waktu terlalu lama. Oleh karena itu, kita menggunakan metode Faktorisasi Prima (Pohon Faktor).
- Bilangan Prima: Bilangan yang hanya bisa dibagi 1 dan dirinya sendiri (Contoh: 2, 3, 5, 7, 11, 13...).
- Faktorisasi: Memecah bilangan menjadi perkalian bilangan-bilangan prima. Contoh: $12 = 2^2 \times 3$.
3. Perbedaan KPK dan FPB
Mari kita lihat aturan mainnya saat menggunakan hasil dari pohon faktor:
| Aspek | KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) | FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) |
|---|---|---|
| Aturan Pohon Faktor | Kalikan SEMUA angka prima. Jika ada angka yang sama, pilih pangkat yang PALING BESAR. | Kalikan angka prima yang SAMA SAJA (ada di kedua bilangan). Pilih pangkat yang PALING KECIL. |
4. Rahasia Menjawab Soal Cerita
Siswa sering bingung saat membaca soal cerita yang panjang: "Ini harus pakai KPK atau FPB ya?". Jangan khawatir, jadilah detektif dan cari Kata Kunci di dalam soal tersebut!
Gunakan KPK jika soal membahas:
Waktu, Jadwal, atau Kejadian yang Berulang.
- "Bersama-sama lagi"
- "Menyala bersamaan"
- "Bertemu untuk kedua kalinya"
Gunakan FPB jika soal membahas:
Membagi Barang, Mengelompokkan, atau Memotong area.
- "Dibagi sama rata"
- "Jumlah kantong paling banyak"
- "Ukuran terbesar tanpa sisa"
Langkah-langkah Eksekusi Soal HOTS:
- Ambil Angka Intinya: Abaikan kalimat panjang, cari angka utama yang ingin dicari hubungannya. Pastikan satuannya sama (jika satu menit dan satu jam, ubah semua ke menit).
- Tentukan Senjatanya: Gunakan kata kunci di atas untuk memutuskan apakah harus menghitung KPK atau FPB.
- Hitung dengan Pohon Faktor: Jabarkan faktorisasi primanya dengan teliti. Jangan sampai salah membagi.
-
Jawab Pertanyaan Sebenarnya: Seringkali soal HOTS tidak berhenti pada hasil KPK/FPB.
Contoh KPK: Jika KPK = 30 hari, dan pertemuan pertama tanggal 1 Mei. Maka pertemuan kedua adalah $1 + 30 = 31$ Mei.
Contoh FPB: Jika ditanya "berapa isi buku di setiap kantong?", maka jumlah buku awal dibagi dengan hasil FPB.
Tips Ujian Emas
Seringlah berlatih menghitung pembagian bersusun (porogapit) agar kamu bisa membuat Pohon Faktor dengan sangat cepat tanpa kehabisan waktu saat ujian CBT.